Esemka.jpg

Esemka Ogah Disebut Mobil Nasional

Jumat, 16 Agustus 2019 13:00 | Galih Pratama

Lama tak terdengar, Esemka kini kembali muncul di permukaan. Kali ini, justru kabar mengejutkan datang dari pihak Esemka. Mereka tak ingin disebut mobil nasional. Padahal, awalnya mobil ini digadang-gadang menjadi mobil nasional Tanah Air.

“Kami bukan mobil nasional, kami hanya memproduksi mobil di Indonesia. Jadi, jangan salah persepsi soal mobil nasional, pengertiannya cukup luas,” kata Presiden Direktur PT Solo Manufakrur Kreasi (SMK) Eddy Wirajaya seperti dikutip dari laman Inews.co.id, Kamis (15/8/2019).

Untuk komponen kendaraan, lannut Eddy, pihaknya mengaku kendaraan yang diproduksi tetap mengandalkan produk lokal. Di mana kompososinya hampir 85 persen adalah produk lokal alias dalam negeri. “Kami memakai komponen 85 persen dari lokal. Kita produksinya di Indonesia, tapi bukan mobil nasional,” tambahnya.

[Baca Juga: Lolos Sertifikasi Uji Tipe, Esemka Siap Diproduksi Massal]

Untuk mendapatkan komponen tersebut, Esemka tak ingin mendapatkan keistimewaan dari pemerintah. Esemka bakal mengikuti regulasi yang sudah dibuat pemerintah. “Kalau itu kami ikut regulasi saja, kami nggak mau special treatment kita ikutin regulasi normal-normal saja,” ungkap Eddy.

Apabila Esemka bukan mobil nasional, berarti yang selama ini informasi mengenai Esemka merupakan program pemerintah dalam menciptakan mobil nasional kandas. Menanggapi hal ini, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa yang menjadi program pemerintah adalah dalam rangka mendukung industrinya.

“Jadi program pemerintah adalah mendukung industri otomotif. Jadi industri otomotifnya silahkan, kalau merek nasional misalnya kalau untuk kendaraan contohnya Ammdes itu kan merek nasional, kemudian ada juga Esemka, kalau motor berbasis listrik ada yang mereknya Gesits. Jadi itu terkait dengan merek nasional,” jelasnya seperti dikutip detik.com.

[Baca Juga: Pemerintah Targetkan 400 Ribu Mobil Listrik Tahun 2025]

Siap Produksi

PT SMK saat ini tengah mempersiapkan produksi massalnya. Airlangga mengatakan, produsen mobil yang berbasis di Jawa Tengah tersebut memang akan berproduksi.

“Pada tahap awal pabrikan akan memproduksi sekitar 6.000 unit mobil. Namun, di tidak menyebutkan kapan tepatnya produksi dilakukan. Dan itu model yang tahap awal ada pickup dan yang lain,” ungkap.

Esemka sendiri mengklaim akan segera meluncurkan mobil pick up bernama Esemka Bima. Mobil ini ditawarkan dengan dua pilihan mesin, 1.200 cc dan 1.300 cc dengan harga tidak lebih dari Rp150 juta.

Artikel Lainnya

/media/images/Mazda-Bintaro.original.jpg

Resmi Dibuka, Segini Target Penjualan Mazda Bintaro

/media/images/BMW-The-New-Series-7.original.jpg

Sedan Mewah Terbaru BMW Seri 7