ekspor-tmmin-1.jpg

Ekonomi Global Tidak Pasti, Ekspor Toyota Tetap Naik 3 Persen

Selasa, 3 Desember 2019 15:00 | Aldi Prihaditama

OTONEWS - Kondisi perekonomian negara tujuan yang saat ini masih belum menunjukkan geliat signifikan menjadi faktor penentu pertumbuhan ekspor Toyota dari Indonesia. Sepanjang bulan Januari hingga Oktober 2019, ekspor kendaraan utuh (Complete Built Up/CBU) Toyota naik sebesar 3 persen dengan volume sebanyak 178.500 unit, dibandingkan periode yang sama tahun 2018 dengan jumlah 173.600 unit.

“Kami terus berupaya agar catatan ekspor tetap positif antara lain dengan cara melakukan studi komprehensif untuk dapat menjajaki daerah tujuan ekspor baru serta mengembangkan variasi produk ekspor yang beragam,” ujar Warih Andang Tjahjono, selaku Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

Toyota optimis dengan kebutuhan ekspor kendaraan dari Indonesia

Tak hanya mengekspor kendaraan utuh, Toyota dan grupnya di Indonesia juga mengirimkan kendaraan terurai (Completely Knock Down/CKD) sebanyak 38.300 unit, mesin berbahan bakar bensin sebanyak 96.800 unit, mesin berbahan bakar etanol sebanyak 7.400 unit serta lebih dari 81 juta buah komponen kendaraan dalam periode sepuluh bulan di tahun 2019. Bahkan lebih dari 80 negara di kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin dan Kepulauan Karibia menjadi tujuan ekspor produk Toyota.

Di lain kesempatan, TMMIN menerima penghargaan dari Bank Indonesia untuk kategori Pengelola Utang Luar Negeri Terbaik. Penghargaan diserahkan oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo kepada Presiden Direktur TMMIN dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2019, pada 28 November 2019 silam, di Jakarta.

TMMIN menerima penghargaan dari Bank Indonesia

TMMIN memperoleh penghargaan tersebut atas keberhasilan menjaga konsistensinya menjadi investor sekaligus pengekspor produk otomotif di Indonesia, serta upaya senantiasa mematuhi pelaksanaan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan yang didukung dengan penerapan secara konsisten lindung nilai terhadap perolehan pinjaman luar negeri, sehingga tidak mengganggu stabilitas devisa.

“Penghargaan ini menjadi sebuah pemicu bagi kami untuk bisa memberikan sumbangsih lebih banyak lagi kepada Indonesia, terutama melalui penanaman investasi yang konsisten dan terealisasi sesuai dengan perencanaan. Termasuk menggiatkan lagi performa ekspor sehingga dapat membantu keseimbangan neraca perdagangan dari sektor otomotif,” imbuh Warih.

[Baca Juga: Tahun Depan, Toyota Gencar Luncurkan Mobil Listrik]

Toyota berkomitmen untuk berpegang teguh pada prinsip kepatuhan dalam memenuhi regulasi yang berlaku, yang diwujudkan melalui konsistensi memberikan data dan informasi secara lengkap serta tepat waktu, guna mendukung pelaksanaan survei dan kegiatan bersama Bank Indonesia dalam penyusunan statistik.