Otolibrary-Double-Overhead-Camshaft.jpg

Double Overhead Camshaft (DOHC)

Selasa, 29 Januari 2019 11:00 | Galih Pratama

Double Overhead Camshaft (DOHC) yang artinya di dalam sebuah mesin mobil terdapat dua buah poros nok untuk menggerakan empat buah katup sekaligus. Masing-masing katup memiliki fungsi yang berbeda. Dua katup dikhususkan untuk mengatur masukan bahan bakar. Dua katup lainnya bertugas untuk mengatur keluaran gas buang.

Prinsip kerja DOHC tersebut bertujuan agar proses penyaluran pembakaran pada mesin bisa lebih cepat dan ringan. Demikian juga dengan proses pengeluaran gas sisa pembakaran yang diklaim bisa lebih lancar serta cepat.

Dari proses tersebut, mesin mobil DOHC akan mendapatkan kitiran mesin (rpm) lebih tinggi. Letak klep mesin DOHC yang lebih baik juga diklaim akan mengoptimalkan set up yang memaksimalkan performa mesin.

Mesin DOHC sudah tak membutuhkan rocker arm atau pelatuk klep. Sehingga noken as langsung menggerakkan katup. Mesin DOHC juga kerap kali disebut sebagai Twin-Cam (twin camshaft/noken as ganda).

Otolibrary-Double-Overhead-Camshaft-2.jpg

Konstruksi mesin DOHC lebih kompleks dan penampakan luarnya tergolong lebih besar. Pasalnya, terdapat empat buah katup dengan masing-masing nok terletak pada dua buah poros. Ciri khas lain DOHC adalah Anda akan melihat dua buah noken as.

Kelebihan DOHC

  • Aliran bahan bakar dan gas buang lebih lancar.
  • Performa putaran mesin lebih baik.
  • Klep tidak perlu terlalu sering disetel ulang.
  • Satu camshaft hanya mengatur katup masuk dan katup buang saja, sehingga bukaan katup lebih optimal serta lebih mudah diatur.

Kekurangan DOHC

  • Konstruksi lebih kompleks sehingga membutuhkan waktu dan biaya produksi yang lebih mahal.
  • Putaran bawah berat karena harus menggerakkan dua camshaft.
  • Ukuran mesin lebih besar sehingga membutuhkan ruang lebih banyak.
  • Konsumsi bahan bakar relatif kurang efisien atau boros.

Referensi : bisaotomotif, beritagar.id