Mobil Renault 4.jpg

Cuma Ada 3 di Indonesia, Pria Ini Anggap Renault 4 'Istri Kedua'

Senin, 21 Oktober 2019 17:00 | Galih Pratama

OTOFIGURE – Jatuh cinta pada pandangan pertama. Hal itulah yang dirasakan Tedy Wahyu Purnama, ketika pertama kali melihat mobil klasik asal Perancis, Renault 4 rakitan tahun 1968. Usianya memang cukup uzur, tapi bagi Tedy mobil tersebut punya keistimewaan tersendiri di matanya.

“Mobil ini punya seorang dokter. Kondisinya sangat mengenaskan berada di kebun. Pas liat mobil ini, nggak tahu kenapa, saya langsung jatuh cinta dan langsung membelinya. Saya belinya tahun 2013 lalu, harganya Rp24,5 juta,” kenang Tedy, saat ditemui di acara Saturday French Automobile Meet Up (SFAM) 2019 di bilangan Gatot Subroto, Jakarta beberapa waktu lalu.

Dia bercerita, saat memboyong mobil Renault 4, banyak teman sejawatnya yang terheran-heran kenapa dirinya berani membayarnya dengan harga tersebut (Rp24,5 juta). Mengingat kondisi mobil ini yang cukup mengenaskan dan butuh biaya yang tak sedikit untuk ‘membangunnya’. “Teman saya bilang harganya terlalu mahal, apalagi spare part Renault 4 susah dicari. Mau cari kemana spare part-nya,” ungkap Tedy.

Mobil Langka.jpg

[Baca Juga: Ratusan Mobil Langka Asal Perancis Berkumpul di SFAM 2019]

Namun, semangat Tedy untuk restorasi mobil klasik tersebut tak surut. Selama 1,5 tahun, dengan teliti dia coba bangkitkan mobil ini dari tidur panjangnya. Diakui, salah satu kendala yang dihadapinya saat ini adalah ketersediaan spare part.

“Di daerah Sawah Besar ternyata masih banyak spare part mobil ini. Memang agak sulit, tapi berkat teman-teman komunitas dan teman lainnya, akhirnya bisa juga dapet spare part-nya,” ungkapnya.

Eskterior Renault 4.jpg

Mobil Langka

Menurut Tedy, Renault 4 yang dimilikinya saat ini sangat langka keberadaannya di Indonesia. Berdasarkan pengamatannya selama ini, hanya ada tiga unit yang ada di Tanah Air. “Mobil ini tahun 68, masuk ke Indonesia 71. Ada hanya 3 unit termasuk saya. Sisanya ada di Semarang dan Jakarta, tapi kondisinya nggak jalan,” ungkapnya.

Mesin Renault 4.jpg

Renault 4 merupakan mobil ekonomi hatchcak yang diproduksi di Perancis antara 1961 – 1994. Mobil klasik ini menggendong mesin 4 silinder dengan kapasitas 750 cc. “Ini yang unik, sakarang mesin 1.000 cc cuma 3 silinder. Tapi, kalau mobil ini di bawah 1.000 cc sudah pakai 4 silinder. Gear box-nya juga di depan. Seharusnya kan di belakang mesin. Unik jadinya,” kata Tedy.

Dari sisi performa mesinnya pun masih bandel. Dia mengaku pernah melakukan touring ke luar kota, tepatnya Bandung dengan Renault 4 kesayangannya. Selama perjalanan tak menemui kendala apapun. “Pernah ke Bandung, tak masalah kok. Yang penting, ganti oli, tune up dan dua hari sekali pasti saya panasin buat jaga performa mesin,” ujarnya.

Interior Renault 4.jpg

Dia mengklaim, mesin Renault 4 miliknya masih orisinal. Pun demikian, dengan bagian eksterior maupun interior mobil. Bisa dikatakan, hampir 98 persen mobil keluarga ini orisinil seperti pertama kali diproduksi di Perancis.

“Mesin dan kabel busi asli. Pas di dalam, setir, dok trim, hingga kulit jok masih asli. Indikator bensin dan speedometer juga masih nyala. Cuma ban saja yang nggak orisinil, karena baru,” klaimnya.

[Baca Juga: Melongok Koleksi Mobil Klasik Ciamik Uya Kuya]

Memiliki mobil klasik yang unik, orisinal, dan memiliki nilai sejarah yang tinggi jadi kebanggaan tersendiri bagi Tedy. Dia pun menganganggap Renault 4 koleksinya tersebut sebagai ‘istri kedua’.

“Bangga rasanya punya mobil ini, apalagi ketika di jalan suka di kasih jempol sama pengemudi lain. Saya anggap mobil Renault 4 ini sebagai istri kedua, setiap hari rasanya ingin mandiin dan poles terus,” tutupnya.

Artikel Lainnya

/media/images/Sofyan-Basir.original.jpg

Deretan Mobil Mewah Eks Dirut PLN Sofyan Basir

/media/images/Kapolri-Idham-Azis.original.jpg

Intip Garasi Mobil Kapolri Baru Idham Azis