shelby-csx2000-2.jpg

CSX2000 Jadi Leluhur Setiap Generasi Shelby Cobra

Selasa, 3 Maret 2020 14:00 | Aldi Prihaditama

OTONEWS - Penggila mobil hot-rod maupun muscle car asal Amerika, pasti tak asing dengan Shelby Cobra. Mobil roadster karya mendiang Carroll Shelby tersebut memang berhasil menjadi salah satu produk otomotif global yang revolusioner hingga saat ini. Di usia 37 tahun, Carroll Shelby mendekati A.C. Cars of Britain dan Ford Motor Company.

A.C. Ace buatan A.C. Cars of Britain memang memukau, namun penyuplai mesin untuk mobil itu ternyata bermasalah, sehingga masalah serius pun timbul. Carroll Shelby mengirim surat kepada Charles Hurlock di A.C. Cars of Britain, yang berisikan sebuah konsep mobil rancangannya.

CSX2000 memiliki bodi ringan dan dipadu dengan mesin beringas.

Carroll Shelby pun mendapat informasi bahwa Ford Motor Company sedang mengembangkan mesin V8 baru. Dengan bantuan dari Dave Evans, seorang engineer Ford, Carroll Shelby pun mencoba untuk mengaplikasikan mesin Ford V8 tersebut ke kabin mesin A.C. Ace dan mengabarkan Charles Hurlock bahwa inilah mesin baru yang sesuai.

[Baca Juga: Cuma 50 Unit, Ford Mustang Edisi Carroll Shelby Siap Diperkenalkan]

Dave Evans mempertemukan Carroll Shelby dengan Don Frey, General Manager Ford Division. Saat itu, Ford sedang dalam melakukan kampanye pemasaran ‘Total Performance’. Don Frey langsung menemukan kecocokan visi dengan Carroll Shelby mengenai sebuah mobil berperforma tinggi.

CSX2000 sempat berulang kali dicat dengan warna yang berbeda.

Mereka pun saling berjabat tangan sebagai tanda kerjasama jangka panjang untuk mewujudkan sebuah mobil sport. Ford Motor Company akan menyuplai mesin V8 terbaru yang memiliki output yang beringas. Bodi Cobra pertama tanpa mesin dari A.C. Cars tiba di Los Angeles pada bulan Februari 1962. Carroll Shelby mengambilnya secara langsung dari bandar udara dan langsung membawanya menuju bengkel milik Dean Moon.

Di sana mereka pun memasang mesin Ford V8 4,3 liter dan transmisi manual 4-speed buatan Borg-Warner, lalu terciptalah CSX2000. Seketika Carroll Shelby pun menjadi sorotan publik, terutama para car enthusiast. Terkait dengan strategi pemasaran dari Shelby American tersebut, yakni CSX2000 berulang kali dicat dengan warna yang berbeda.

CSX2000 mengusung mesin Ford V8 4,3 liter dan transmisi manual 4-speed buatan Borg-Warner.

Awalnya Dean Moon sangat menginginkan mobil ini tampil dengan warna kuning. Namun, Carroll Shelby telah mengundang sejumlah editor majalah Sports Car Graphic untuk melakukan test drive. Karena tidak ada waktu yang cukup untuk menyelesaikan proses pengecatan, maka Dean Moon dan Carroll Shelby, bersama beberapa mekanik lain pun memborong sikat pembersih piring, untuk menggosok cat dasar yang ada di sekujur bodi CSX2000 hingga ‘telanjang’.

[Baca Juga: Shelby GT350 dan GT350R Heritage Edition Hadirkan Nuansa Legendaris]

Cobra ciptaan Carroll Shelby ini sangat minim aksesoris, bahkan tidak ada peredam suara. Mobil ini menggunakan rangka tubular, rem cakram di keempat roda, dan suspensi independen untuk bagian depan serta belakang. Bentuk panel instrumennya pun tergolong sederhana, dengan sejumlah indikator untuk memantau kondisi mesin.

Interior CSX2000 amat sederhana dan dilengkapi sejumlah indikator.

Sesi test drive CSX2000 berjalan sukses dan Carroll Shelby pun diganjar dengan segudang pujian dari para editor Sports Car Graphic. Lantaran menjadi satu-satunya unit yang dibuat oleh Carroll Shelby, bodi CSX2000 mulai dilabur dengan bermacam warna, mulai dari merah, biru, hingga kuning. Selama lima bulan pertama setelah diciptakan oleh Carroll Shelby, CSX2000 merupakan satu-satunya unit Cobra yang dibuat.