Completely Build Up.jpg

Completely Build Up

Kamis, 24 Januari 2019 15:00 | Galih Pratama

Completely Build Up atau disingkat CBU adalah kendaraan yang secara keseluruhan merupakan hasil rakitan (build up) dari manufaktur orisinalnya. CBU juga bisa dikatakan sebagai mobil impor yang didatangkan dalam keadaan utuh dari luar negeri. Mulai dari mesin, bodi, dan lainnya, dirakit dari negeri asal produsen mobil.

Di pasar otomotif Tanah Air, salah satu kendaraan CBU yang ditawarkan secara utuh didatangkan langsung dari negara asalnya adalah Ferrari dari Italia. Selain itu, ada juga Porsche, Lamborghini, dan lainnya. Sedangkan untuk kategori sepeda motor, umumnya adalah sepeda motor dengan mesin berkapasitas di atas 400 cc.

[Baca Juga: Cabriolet]

Perizinan Mobil CBU

Membeli kendaraan impor atau CBU bisa melalui agen pemegang merek (APM) atau dealer dan jasa importir umum. Setelah memilih jenis mobil, persyaratan atau perizinan pertama yang Anda harus siapkan adalah Form A, yakni surat keterangan mengenai pemasukan kendaraan bermotor impor yang sudah dilunasi bea masuk dan pajak dalam rangka impornya.

Selain itu, siapkan juga salinan atau fotocopy indentitas diri, hingga surat izin yang diperlukan terkait setir kiri yang tak seperti mobil Indonesia pada umumnya. Setelah itu, Anda harus mendaftarkan mobil tersebut ke Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) agar statusnya legal saat digunakan.

Kelebihan Kendaraan CBU

Kendaraan CBU diklaim punya kualitas yang lebih baik dibanding dengan mobil rakitan di dalam negeri. Kualitasnya bisa dilihat mulai dari mesin hingga interior mobil. Mengingat material atau komponen berasal dari negara asal mobil.

Kelebihan lainnya biasanya terletak pada fitur tambahan yang tak dimiliki mobil rakiran dalam negeri. Selain itu, mobil CBU tentunya punya kelebihan dari sisi eksklusivitas, karena dipastikan jarang yang dimiliki khalayak umum.

[Baca Juga: Hatchback]

Kekurangan Kendaraan CBU

Salah satu kelemahan mobil CBU umumnya lebih sulit untuk dijadikan objek modifikasi. Selain itu, untuk mendapatkan spare part-nya pun tak mudah didapatkan. Mengingat mayoritas spare part mobil CBU harus didatangkan dari negeri asalnya.

Merawat Kendaraan CBU

  1. Usahakan bahan bakar yang digunakan memiliki oktan yang sesuai dengan mesin.
  2. Berikan cairan formula tambahan untuk ketika mengisi bahan bakar. Tujuannya untuk menetralisir asam, menarik air, melarutkan sulphur, dan meningkatkan nilai oktan.
  3. Rutin membersihkan kotoran kerak yang menempel dengan cairan carbon cleaner untuk ruang bakar kendaraan. Minimal dilakukan setiap 15.000 kilometer (km).
  4. Ganti oli secara berkala setiap 5.000 km.
  5. Tune up secara bekala ketika kilometer mencapai angka 10.000 km atau kelipatannya.

Referensi: kompas.com, viva.co.id, carmudi.co

Artikel Lainnya

/media/images/Ground-Clearance.original.jpg

Ground Clearance

/media/images/Ilustrasi_mesin_VVT-i.original.jpg

VVT-i

/media/images/Ilustrasi_Fog_Lamp_Mobil.original.jpg

Fog Lamp

/media/images/Mobil_Crossover.original.jpg

Crossover