Oli Transmisi Matik.jpg

Cara Tepat Menguras Oli Transmisi Mobil Matik

Jumat, 20 September 2019 16:00 | Galih Pratama

OTOTIPS - Tak bisa dipungkiri, mobil bertransmisi matik kini telah menjadi pilihan banyak masyarakat, khususnya Jakarta. Mobil matik dianggap memberikan kemudahan bagi pengendara untuk menerjang kemacetan di Jakarta. Pengemudi hanya perlu menginjak gas dan rem tanpa ada pedal kopling.

Di balik kemudahan mengendarainya, mobil matik mempunyai komponen yang lebih kompleks dibanding mobil transmisi manual. Terutama yang berkaitan dengan kemudahan perpindahan gigi. Jika Anda sudah merasakan gejala mobil matik menghentak ketika berjalan setelah dimasukkan ke posisi D, bisa jadi tanda-tanda oli transmisi harus dikuras.

Sebenarnya tak ada angka pasti kapan harus menguras oli transmisi mobil matik. Meski begitu, waktu yang tepat untuk menguras oli transmisi matik jika sudah merasakan penurunan kinerja dan performa pada mesin mobil matik kesayangan Anda.

“Kalau kualiatas oli masih dalam ambang batas normal dan performa tidak menurun jauh, cukup ganti oli transmisi saja,” kata Hermas Efendi Prabowo, Pemilik Bengkel Worner Matic seperti dilansir otoseken.gridoto.com, Jumat (20/9/2019).

[Baca Juga: Ini Akibatnya Jika Lupa Ganti Oli Transmisi Matik]

Masih menurutnya, lain halnya jika performa mobil transmisi matik yang sudah menurun. Jika hanya ganti oli transmisi saja, akan sulit mengembalikan performa mesin mobil. Jalan satu-satunya adalah menguras oli atau flushing oli transmisi matik. Di mana seluruh oli yang berada di sistem transmisi dibuang atau dikuras menggunakan mesin Auto Trasmission Fluid (ATF) Charger.

Selain dengan mesin khusus, menguras oli transmisi matik juga memang memakan waktu yang tak sedikit. Pasalnya, saat melakukan pengurasan ini dibutuhkan sekitar 12 liter oli transmisi. Khusus kondisi oli yang tak terlalu kotor, biasanya hanya membutuhkan 6 liter oli transmisi.

Cara Menguras

Langkah pertama, oli transmisi matik lama dibuang, kemudian dimasukkan 3 liter oli transmisi yang baru. Setelah itu, mobil dibawa berjalan sambil tuas transmisi dimainkan dan kuras kembali oli transmisi tersebut.

[Baca Juga: Tiga Hal Sepele Ini Bikin Mobil Matik Cepat Rusak]

Apabila sudah dikuras kedua kalinya, lalu masukkan lagi 3 liter oli transmisi baru lainnya untuk melumasi komponen di dalamnya. Kemudian, naikan lagi tuas transmisinya. Apabila sudah terlihat bening, maka pengurasan sudah tak perlu dilakukan lagi.

“Rata-rata banyak yang bandel enggak mau kuras oli, kebanyakan cuma tambah oli aja, padahal kalau sudah menghitam kemudian ditimpa oli yang baru bakal hitam juga," kata Kepala Bengkel Auto2000 Krida, Rudi Ganefia dilansir kumparan.com.

Menurutnya, ada baiknya pemilik mobil memasukkan oli transmisi yang sesuai dengan spesifikasi. Bila tidak, mesin diyakini akan terasa kurang ‘ngacir’, alias kalau sudah digas larinya pelan, hanya suara mesin yang meraung.

Artikel Lainnya

/media/images/Ban-Mobil.original.jpg

Pilih Mana, Ban Radial atau Bias?

/media/images/Kampas-Rem-Mobil.original.jpg

Tanda-tanda Kampas Rem Mobil Aus