CDI.jpg

Capacitor Discharge Ignition (CDI)

Selasa, 29 Januari 2019 10:00 | Galih Pratama

Capacitor Discharge Ignition (CDI) adalah sistem pengapian pada kendaraan bermotor yang memanfaatkan arus pengosongan muatan (discharge current) dari kondensator, yakni alat yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik.

Sistem Kerja CDI

Awalnya, sebuah pencatu daya atau power supply akan mengisi muatan ada kondensator dalam bentuk arus listrik searah hingga mencapai beberapa ratus volt. Selanjutnya, sebuah pemicu akan diaktifkan untuk menghentikan proses pengisian muatan kondensator, sekaligus memulai proses pengosongan muatan kondensator untuk memberikan sumber listrik ke kumparan pengapian melalui sebuah saklar elektronik.

Capacitor-Discharge-Ignition.jpg

Sebagian besar komponen CDI adalah komponen-komponen elektronik yang ditempat pada papan rangkaian tercetak atau printed circuit board (PCB), lalu dibungkus dengan bahan khusus. Tujuannya agar terlindungi dari kotoran, uap, cairan, maupun panas.

Berdasarkan pencatu daya, sistem pengapian CDI terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Sistem pengapian CDI AC yang merupakan dasar dari sistem pengapian CDI. Sistem pengapian ini menggunakan pencatu daya dari sumber arus bolak-balik (dinamo AC/Alenator).
  2. Sistem pengapian CDI DC yang menggunakan pencatu daya dari sumber arus listrik searah. Misalnya dynamo DC, baterai, ataupun aki.

Komponen CDI Mobil­

Reluctor

Reluctor merupakan gigi besi yang terpasang pada as delco sebagai media yang mudah dibaca oleh sensor. Jumlah gigi reluctor disesuaikan dengan silinder mesin, tiap gigi reluctor untuk satu silinder mesin.

Pick Up Coil

Pick up coil atau pulser merupakan sensor pendeteksi logam yang menghasilkan sinyal atau tegangan AC kecil saat melintasi gigi reluctor. Sinyal kecil dari pulser tersebut selanjutnya ditambahkan power-nya sebagai data input untuk ignition module atau CDI module.

Ignition Module

Komponen ini berfungsi mengolah data dari pulse mendeteksi gigi reluctor yang kemudian dikuatkan sebagai penggerak transistor driver coil. Ignition module tidak mengeluarkan arus listrik, karena rata-rata menggunakan sistem collector transistor yang berfungsi sebagai switching minus koil.

[Baca Juga: Blok Silinder]

Keunggulan rangkaian CDI tersebut di antaranya adalah bisa mengefisienkan bahan bakar pada kendaraan, menyeragamkan besaran tegangan yang keluar sama halnya dengan muatan kapasitor di dalam mobil, dan mampu meningkatkan tenaga mesin mobil.

Referensi : Wikipedia.org, teknik-otomotif.com