Charge Mobil Listrik.jpg

BMW Impor Baterai Mobil Listrik Capai Rp156 Triliun dari China

Selasa, 26 November 2019 10:00 | Galih Pratama

OTONEWS – Eksistensi kendaraan elektrifikasi seolah tak terbendung lagi. Sebagian pabrikan otomotif terus menggenjot produksi mobil listriknya. Seperti halnya yang dilakukan BMW, pabrikan mobil asal Jerman. Guna mendukung produksi mobil listriknya, mereka akan memesan sel baterai dari pembuat asal China, Kontemporer Amperex Technology Co (CATL) dan Samsung SDI.

Tak tanggung-tanggung, BMW menggelontorkan lebih dari 10 miliar euro atau setara dengan Rp156 triliun. Awalnya, mereka memesan sel baterai pada pertengahan 2018 bernilai 4 miliar euro, kemudian meningkatkan pesanan CATL menjadi 7,3 miliar euro.

"Kontrak ini akan berlangsung dari 2020 hingga 2031. Mereka juga telah menandatangani kontrak pasokan baterai dengan Samsung SDI senilai 2,9 miliar euro, yang berlaku mulai 2021 hingga 2031," tulis Reuters beberapa waktu lalu.

[Baca Juga: Berminat Buka Stasiun Pengisian Mobil Listrik, Segini Harganya]

Pihak BMW menambahkan, perusahaan akan mendapatkan kobalt yang dibutuhkannya untuk produksi sel dari tambang di Australia dan Maroko, termasuk mengambil lithium dari tambang termasuk di Australia.

Selain itu, BMW juga berencana untuk memiliki 25 model kendaraan atau mobil listrik pada 2023. Dengan cara itu, mereka berharap penjualan kendaraan listrik bisa naik signifikan pada 2019 dan 2021.

Industri mobil Eropa sendiri telah mempromosikan mobil tanpa emisi sebagai cara untuk mematuhi aturan udara bersih. Perubahan strategi ini memaksa pabrikan mobil untuk meningkatkan line up kendaraan listriknya dibanding dengan mobil bermesin konvensional.

Mobil Listrik BMW

BMW memiliki sejumlah model mobil listrik yang telah dipasarkan. Salah satunya adalah New BMW i3s. Diketahui, mobil full listrik yang diluncurkan pada ajang GIIAS 2019 ini menjadi kendaraan listrik terlaris di dunia.

BMW i3s dibekali kapasitas baterai yang besar, sehingga mampu menempuh jarak hingga 153 mil (setara 246,23 kilometer) dalam sekali pengisian daya. Ini merupakan peningkatan sebesar 30 persen dibanding model sebelumnya.

[Baca Juga: Pemerintah Targetkan 400 Ribu Mobil Listrik Tahun 2025]

Ada juga BMW Roadster i8 elektrik. Mobil listrik ini merepresentasikan beberapa elemen inti dari merek BMW, seperti desain ikonik, teknologi visioner, sustainability, dan Sheer Driving Pleasure.

Roadster i8 memiliki kapasitas sel baterai naik dari 20 menjadi 34 Ah dan kapasitas gross energi naik dari 7.1 menjadi 11.6 kWh. Artinya motor listrik miliki lebih banyak energi untuk digunakan. Untuk memiliki mobil ini, Anda harus rela merogoh kocek dalam-dalam dan mengeluarkan dana sekira Rp3,9 miliar.

Artikel Lainnya

/media/images/All-New-Fit.original.jpg

Honda Jazz 2020 Mulai Dijual di Jepang

/media/images/Suzuki-XL7_K5otdMX.original.jpg

Masuk Segmen SUV, Segini Target Penjualan Suzuki XL7