Setir Kanan.jpg

Begini Sejarah Mobil di Indonesia Mengadopsi Setir Kanan

Senin, 23 September 2019 14:00 | Galih Pratama

OTONEWS - Hingga saat ini diyakini masih banyak kalangan yang bertanya-tanya alasan mengapa mobil-mobil di Indonesia menggunakan setir sebelah kanan. Sementara di beberapa negara banyak yang mengadopsi setir sebelah kiri dan kendaraan bermotor berjalan di sebelah kanan.

Melansir worldstandarts, Senin (23/9/2019), penggunaan setir sebelah kanan di mobil Indonesia tak lepas dari pengaruh negara di kawasan Eropa. Setir kanan pertama kali diterapkan di Inggris, terutama ketika negara ini berada di bawah kekuasaan Romawi.

Semua warganya terbiasa menggunakan tangan kanan untuk membawa senjata saat berkuda. Selain itu, tentara Romawi juga selalu berbaris di sisi kiri jalan. Sehingga kendaraan yang melintas pun harus melalui sisi sebaliknya.

[Baca Juga: Agar Tak Celaka, Pengendara Wajib Pahami Arti Marka Jalan]

Setelah aturan mengenai posisi setir disahkan, beberapa negara di kawasan Eropa lain turut mengadopsi hal serupa (setir kanan). Salah satunya adalah Belanda. Sekira pertengahan abad 19, seluruh negara jajahan Belanda dipaksa menggunakan mobil dengan posisi setir sebelah kanan.

Konsep tersebut kemudian berubah menjadi setir sebelah kiri setelah Perancis menjajah Belanda. Tapi, sistem ini tetap berlaku di beberapa negara jajahan Belanda, termasuk Indonesia.

“Perubahan haluan itu tidak diikuti wilayah jajahan Belanda, seperti Suriname dan juga Hindia Belanda (Indonesia). Negara itu tetap menggunakan setir di sebelah kanan,” ujar Pengamat sekaligus penulis otomotif senior asal Inggris, Giles Chapman.

Khusus di Indonesia, sistem ini tetap bertahan seiring hadirnya Jepang ke Tanah Air pada masa Perang Dunia II. Diketahui, Jepang juga menjadi salah satu negara yang menganut sistem setir kanan, bahkan hingga saat ini.

[Baca Juga: Cara Tepat Menyetir Mobil SUV di Jalanan]

Tak hanya Indonesia dan Jepang, beberapa negara lain juga menerapkan sistem setir kanan. Di antaranya Australia, Bangladesh, Inggris, Malaysia, Hong Kong, dan India. Berbagai negara di Afrika Selatan pun banyak yang menggunakan konsep mobil dengan setir kanan.

Sementara Amerika Serikat dan negara Eropa lainnya, tetap mempertahankan posisi setir mobil di sebelah kiri. Alasan yang biasanya disampaikan adalah, kebiasaan ini berasal dari zaman ketika sapi-sapi dimanfaatkan untuk menarik pedati di Amerika.