Mobil Listrik.jpg

Begini Pandangan Daihatsu Soal Mobil Listrik

Kamis, 19 September 2019 16:00 | Galih Pratama

OTONEWS - Era mobil listrik di Tanah Air dimulai sejalan dengan telah ditandatanganinya Peraturan Presiden (Perpres) tentang Kendaraan Listrik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Meski sudah ada Perpres, ternyata banyak produsen mobil yang masih ragu untuk memasarkan mobil ini. Daihatsu selaku produsen mobil terbesar di Tanah Air pun punya pandangan tersendiri terhadap eksistensi mobil listrik di Indonesia.

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menilai keberadaan mobil listrik di Tanah Air akan memengaruhi penjualan mobil. Mengingat, saat ini diketahui mobil listik memiliki nilai jual yang cukup tinggi dibanding dengan mobil konvensional.

“Sekarang pasar Indonesia belum ada mobil listrik ya. Di sini masih lebih banyak mesin internal combustion, ini ajah penjualannya turun lho,” Amelia Tjandra, Marketing Director PT ADM di Tangerang, beberapa waktu lalu.

[Baca Juga: Tahun Depan, Toyota Gencar Luncurkan Mobil Listrik]

Daihatsu.jpg

Masih menurutnya, mobil listrik yang harganya lebih mahal akan memengaruhi pasar mobil di Indonesia. Jadi, kata Amelia, kesuksesan penjualan mobil jenis konvensional maupun listrik tergantung dari daya beli masyarakat. “Jadi, mau bikin mobil listrik, mau mobil apa, selama daya belinya belum naik, pasar mobil Indonesia juga akan sulit naik,” tambah Amel, sapaan akrab Amelia Tjandra.

Perpres tentang kendaraan listrik memang sudah diterbitkan. Namun, menurut Amel, isi dari Perpres tersebut belum detail. Terutama soal insentif kendaraan listrik yang akan dikeluarkan oleh pemerintah. Pihaknya masih menunggu pentunjuk pelaksaan (juklak) dari Kementerian.

“Soal mobil listrik kita akan tunggu. Setelah Presiden tanda tangan hingga saat ini belum tau insentifnya seperti apa. Kita tunggu dari Kementerian juklaknya,” ungkapnya.

[Baca Juga: Perpres Mobil Listrik Resmi Diundangkan, Ini Rincian Isinya]

Diketahui, sejumlah insentif tengah disiapkan untuk mempercepat pengembangan kendaraan bermotor listrik (KBL) berbasis baterai. Setelah PPnBM 0 persen, sekarang Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) pun diusulkan agar dihitung 0 persen.

Sayangnya, hingga kini aturan detail mengenai insentif tersebut belum diketahui dengan pasti. Ini pula yang membuat sebagian produsen mobil masih menahan diri untuk memasarkan mobil listrik andalannya.

Di sisi lain, sudah ada juga produsen yang berani memasarkan mobil full listrik ke pasar Indonesia. BMW Indonesia, misalnya, belum lama ini mereka resmi memasarkan mobil bertenaga listrik bernama BMW i3s. Lalu, bagaimana dengan Daihatsu? Patut kita tunggu gebrakan dari mereka.