Bahaya-Ban-Mobil-Kelebihan-atau-Kekurangan-Angin.jpg

Bahaya Ban Mobil Kelebihan atau Kekurangan Angin

Jumat, 25 Januari 2019 10:00 | Galih Pratama

Salah satu perangkat kendaraan yang cukup penting adalah ban. Ban satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan aspal. Oleh karenanya, ban mobil membutuhkan perawatan dan perhatian leboh dari pencinta otomotif.

Terutama mengenai tekanan angin ban. Mengingat semua pabrikan mobil maupun produsen ban tentu menyarankan agar tekanan angin sesuai dengan yang dianjurkan. Tekanan angin pada ban mobil berbeda-beda. Roda depan dan belakang, dipastikan punya porsi tekanan angin yang berbeda. Untuk itu, tekanan angin pada ban perlu dicek secara berkala.

[Baca Juga: 4 Tips Mudah Merawat Dasbor Mobil]

Sayangnya, tekanan angin pada ban mobil kerap kali dianggap sepele oleh sebagian pemilik mobil. Padahal jika tekanan angin tak sesuai, akibatnya sangat berbahaya bagi keselematan saat berkendara. Berikut ini beberapa hal yang mungkin bisa terjadi akibat tekanan angin pada ban mobil tidak sesuai.

Tekanan Angin Terlalu Tinggi

Bahaya-Ban-Mobil-Kelebihan-atau-Kekurangan-Angin-2.jpg

Dilansir dari metrotv.com pada Rabu (7/11/2018), efek dari tekanan berlebihan pada ban akan membuat keausan pada ban, khususnya di bagian tengah. Karena daya cengkram ban berkurang. Mobil juga akan terasa melayang atau terombang-ambing saat laju kendaraan dalam kecepatan tinggi di jalan tol. Situasi ini tentu sangat berbahaya, kerena mobil cenderung sulit dikendalikan.

Tak hanya itu, mengisi angin berlebihan juga berpengaruh kepada tekanan pada sisi velg ban. Kondisi ini sangat berpotensi membuat ban cepat rusak. Dampak yang lebih buruknya, ban bisa gampang pecah jika menabrak lubang atau benda lain ketika di jalan. Untuk itu, pemilik mobil sangat dianjurkan untuk tidak membawa beban atau muatan secara berlebihan. Ini dilakukan untuk menjaga kondisi ban lebih awet, karena beban berlebihan akan meningkatkan tekanan di ban.

Tekanan Angin Kurang

Bahaya-Ban-Mobil-Kelebihan-atau-Kekurangan-Angin-3.jpg

Dilansir dari liputan6.com, ban mobil yang kurang tekanan angin juga bisa mengakibatkan kenyamanan saat berkendara. Sebuah studi menyatakan, jika tekanan ban mobil kurang atau tidak sesuai yang direkomendasikan, maka nilai ekonomis bahan bakar juga akan berkurang lima persen.

Tekanan angina yang kurang pada ban akan membuat daya cengkram ban yang menepel ke aspal akan lebih melebar. Ini yang membuat adanya gesekan pada permukaan aspal lebih banyak. Otomatis laju kendaraan ikut melambat, namun putaran mesin makin bertambah dan lebih banyak membutuhkan bahan bakar. Singkatnya, ban kekurangan angin akan berdampak pada borosnya bahan bakar.

Ban kurang tekanan angin juga berpengaruh kepada saat melakukan pengereman. Pasalnya, tekanan angin pada ban yang rendah membuat waktu untuk berhenti menjadi lebih lama, terutama jika jalanan basah atau pasca hujan. Hal buruk lainnya adalah membuat mobil mudah tergelincir saat di jalanan basah. Sedangkan di kondisi jalanan kering, ban bisa mudah selip.

[Baca Juga: Ban Bias]

Tak hanya berbahaya ketika saat berkendara, tekanan angin yang kurang pada ban berpengaruh terhadap usia ban mobil. Ban dengan tekanan angina yang rendah diketahui bisa mengurangi usia tapak ban hingga 25 persen. Tak ayal, pemilik mobil bisa lebih sering mengganti ban sebelum waktunya. Ini tentunya akan menambah pengeluaran yang tak terduga.

Risiko paling terburuknya adalah membuat ban cepat pecah. Karena hampir semua telapak ban melakukan gesekan dengan aspal dan membuat ban menjadi cepat panas. Alhasil, struktur ban akan rusak dan terkelupas. Inilah yang membuat ban kelelahan dan akhirnya pecah.

Dari penjelasan tersebut, ada baiknya pemilik mobil rutin mengecek tekanan angin pada ban Anda. Terutama saat berkendara dengan jarak jauh. Tujuannnya jelas, demi menjaga keselamatan saat berkendara.

Artikel Lainnya

/media/images/fiona-1.original.jpg

FIFGROUP Hadirkan Fiona Sebagai Kanal Digital Baru

/media/images/yaris-gr4-4.original.jpg

Sosok Toyota GR Yaris Mulai Terkuak