Oli Mesin Mobil

Awas, Jangan Salah Pilih Oli Mesin Mobil

Kamis, 31 Januari 2019 20:00 | Galih Pratama

Oli atau pelumas memiliki peranan penting dalam sebuah mesin kendaraan. Fungsi utama dari oli mesin adalah melumasi seluruh komponen yang ada pada mesin mobil agar tidak terjadi gesekan kasar. Tanpa oli, mesin tak bisa bekerja maksimal, bahkan bisa mengalami kerusakan yang fatal.

Dilansir dari liputan6.com pada Senin (5/11/2018), umumnya oli mesin dibedakan menjadi tiga kategori, yakni oli khusus mesin bensin, oli diesel, dan oli yang bisa digunakan untuk keduanya. Kode mesin juga sangat beragam. Kode untuk oli mesin diawali huruf S, misalnya SE, SF, dan SM. Sedangkan mesin diesel dimulai dari huruf C, seperti CA, CB, CC, dan CD. Oli yang dipakai untuk mesin bensin dan diesel, ciri khas kodenya seperti SH/CD, SL/CF, atau CF/SJ.

Minimnya pengetahuan mengenai oli mesin, terkadang membuat pemilik mobil terjebak dalam memilih oli yang tepat bagi mobil kesayangan mereka. Tentunya sebelum menuangkan atau menggunakan oli mesin, Anda terlebih dahulu pastikan oli mesin apa yang sesuai dengan kondisi mesin. Jangan sampai memilih oli mesin diesel yang dituangkan untuk mesin bensin, atau sebaliknya.

[Baca Juga: 4 Tips Memilih Oli Mesin yang Tepat]

Jika tertukar seperti itu, tentunya akan memiliki efek pada mesin mobil Anda. Apalagi penggunaan dengan jangka yang panjang. Menggunakan oli mesin diesel ke dalam mesin bensin bisa berbahaya. Salah satu indikasinya adalah meninggalkan kerak-kerak dalam mobil Anda. Kerak pada mesin tentu akan mengakibatkan mesin tidak bekerja maksimal. Buruknya, bisa mengakibatkan mesin cepat rusak.

Awas Jangan Salah-Pilih Oli Mesin Mobil

Kerak yang menumpuk di mesin juga berdampak pada proses pelepasan panas pada piston mesin. Karena kerak tersebut menahan pendinginan pada piston mobil. Inilah yang akan membuat piston mobil memuai, bahkan kondisi ini bisa menyebabkan piston macet atau berhenti bekerja.

Dari sisi tenaga mesin kendaraan pun akan melemah. Terutama pada saat mesin mulai melaju, diyakini akan terasa berat dan tak bertenaga. Laju mesin yang berat berdampak pada konsumsi bahan bakar yang boros.

Sementara jika mesin bertransmisi manual dipaksa menggunakan mesin oli diesel, akan berpotensi selip kopling. Kondisi ini sangat berbahaya jika Anda ingin berakselerasi mendahului kendaraan di depan. Ataupun dalam kondisi jalan menanjak.

[Baca Juga: Mesin Rotary]

Jika Anda dalam kondisi darurat, menggunakan oli mesin diesel ke dalam mesin bensin masih bisa dimaklumi. Tentunya dengan catatan yang memiliki spesifikasi bensin juga atau multifungsi. Contohnya dengan kode C14/SL, di mana SL itu menandakan kandungan bensin.

Ingat, kondisi tersebut hanya bisa dilakukan untuk sementara saja. Setelah Anda menemukan bengkel, harus segera diganti agar kondisi mobil agar tetap terjaga dan prima. Terlepas dari itu semua, ada baiknya sebelum menggunakan oli mesin pada kendaraan, Anda harus mengetahui spesifikasi dan syarat oli mesin. Jangan sampai salah pilih.

Lihat informasi yang disarankan dari pabrikan yang bisa dilihat dari buku servis atau buku manual. Jangan sampai ketidaktahuan memilih oli mesin berujung pada pengeluaran yang sangat mahal untuk mengembalikan performa mesin mobil Anda. Untuk itu, gunakanlah oli mesin mobil terbaik sesuai dengan jenis mobil Anda.