ABS.jpg

Anti-lock Bracking System

Selasa, 27 November 2018 16:00 | Galih Pratama

Sistem rem anti terkunci atau anti-lock bracking system (ABS) merupakan sistem pengereman pada mobil agar tidak terjadi penguncian roda ketika terjadi pengereman mendadak atau keras. Sistem pengereman rem ini untuk mempertahankan traksi ban terhadap jalan saat pengemudi melakukan pengereman, mencegah roda kendaraan agar tidak terkunci, dan menghindari laju kendaraan yang tak terkendali.

Komponen ABS

Sensor

Salah satu komponen sistem rem ABS adalah Sensor. Sensor dalam komponen sistem ini terbagi menjadi dua. Pertama, wheel speed sensor yang berfungsi mendeteksi kecepatan roda dan terjadinya slip pada roda kendaraan. Sensor ini seperti halnya Crank Shaft Position (CKP) sensor dengan memanfaatkan perpotongan garis gaya magnet yang dihasilkan untuk mengetahui putaran roda. Data yang telah dibaca oleh sensor ini nantinya akan dikirim ke control module rem ABS.

[Baca Juga: Rem Blong, Begini Cara Mengatasinya]

Kedua, ada brake fluid level sensor. Sensor ini berfungsi mendeteksi ketinggian minyak rem pada master rem. Jika volume minyak rem di bawah batas, maka sensor mengirim sinyal ke ABS kontrol modul dengan memberikan tanda lampu indikator di dashboard.

Controller

Controller pada sistem ABS, yakni ABS Control Module yang berfungsi memproses semua data yang dikirim oleh sensor-sensor pada sistem rem ABS. Sensor ini bisa dibilang untuk mengatur kerja setiap solenoid yang ada di dalam hidrolik unit (aktuator).

Aktuator

Aktuator memiliki fungsi melakukan perintah yang diperoleh dari ABS control module. Aktuator sendiri terdiri dari solenoid yang berfungsi sebagai katup minyak rem untuk membuka aliran minyak rem pada saat penekanan yang terjadi kurang. Selain itu, berfungsi juga untuk memblok aliran minyak rem saat terjadi penekanan yang berlebihan.

[Baca Juga: 3 Cara Agar Kampas Rem Mobil Lebih Awet]

Cara Kerja

ABS bekerja dengan bantuan sensor yang tertanam di sistem ABS. Sensor-sensor yang dijelaskan sebelumnya memberikan input dan kontrol, kapan roda harus berhenti dan kapan roda harus melakukan perputaran. Jadi ketika mobil direm, roda tidak akan terkunci dan pengemudi masih tetap bisa mengendalikan mobil tersebut.

Referensi : autoexpose.com, teknik-otomotif.com