Airbag.jpg

Airbag

Kamis, 24 Januari 2019 14:00 | Galih Pratama

Airbag adalah fitur keselematan pada kendaraan yang berfungsi untuk mengurangi risiko benturan pengemudi maupun penumpang saat terjadi kecelakaan. Ketika terjadi benturan atau tabrakan keras, sensor mobil akan mengirimkan sinyal agar kantung airbag di bagian dashboard mobil mengembang.

Airbag yang mengembang akan melindungi daerah vital seperti kepala, leher, dan dada. Sedangkan posisi airbag sendiri tergantung pada merek dan tipe mobil. Airbag lazimnya terpasang di bagian depan atau dashboard, tapi juga ada yang terletak hingga bagian penumpang belakang mobil.

[Baca Juga: 4 Tips Mudah Merawat Dasbor Mobil]

Sejarah

Orang yang pertama kali menemukan dan mematenkan airbag adalah Walter Linderer, seorang engineer dan desainer berdarah Jerman pada tahun 1951. Awal tahun 1970, mobil dengan fitur keselamatan airbag diproduksi massal. Lalu pada tahun 1990-an, airbag menjadi fitur standar keselamatan yang disematkan dalam mobil.

Airbag-2.jpg

Cara Kerja

Airbag akan mengembang ketika sebuah igniter membakar senyawa Natrium Azida (NaN3) yang kemudian bereaksi dengan Kalium Nitrat (KNO3) hingga menjadi nitrogen panas yang mengembangkan kantung udara dengan cepat.

[Baca Juga: Adaptive Cruise Control]

Perintah untuk mengembangkan nitrogen panas itu terjadi lewat bantuan sensor airbag yang terdapat di beberapa titik bagian dashboard mobil. Ketika mobil mengalami benturan keras, secara otomatis sensor akan memberikan sinyal atau perintah mengembangkan airbag dengan kecepatan minimal 50 kilometer/jam.

Referensi: nissan.co.id, gridoto.com